ruang rupa

HALF ASLEEP series for “Begadang Neng?” at Ruang Rupa

Why stay in the real world while you can floating between the purple cloud and falling stars?

Half Asleep

“HALF ASLEEP, the closest phase to my favourite place on earth called unconsciousness.” Embroidery on fabric, 2013.Half Asleep“HALF ASLEEP, it’s a song by School of Seven Bells. Dare to stay?” Handmade clock with embroidery, 2013.  Half Asleep“HALF ASLEEP, where I totally alone with my happiness and tiredness, and yes, you’re not invited.” Embroidery on pillow, 2013.Half Asleep

Half Asleep

To preview all the festive photos from the opening of “BEGADANG NENG?” exhibition go through here and here. Also there’s a sweet preview from an art curator Jeong-ok Jeon here.

Advertisements

“BEGADANG NENG?” a group exhibition

Begadang Neng

rurushop mempersembahkan:

“Begadang Neng?”

Pameran proyek seni 15 perupa perempuan:

Dila Ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka
Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari , Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sari Sartje, Sanchia Hamidjaja, Tisa Granicia, Ykha Amelz.

Pembukaan:
Jumat, 25 Oktober 2013
19.00 wib – selesai
di RURU Gallery

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
MORFEM
HIGHTIME REBELLION

Audio Jockey:
MESEM MESEM SUKA (M.M.S: MELA, SARTJE, MAR GALO)
MC: Ale & Angganggok

Pameran:
25 – 27 Oktober
11.00 – 21.00 wib

Gratis!

_

Begadang Neng?

Oktober ini, RURUSHOP mengundang 15 perupa perempuan yang konsisten berkarya dengan fokus dibidangnya masing-masing dalam sebuah pameran proyek bertajuk Begadang Neng. Penyelenggaraan pameran yang merupakan bagian dari program Artwork Project ini spesial, sebab sekaligus untuk merayakan pembukaan toko RURUSHOP yang baru.

Kelima belas perupa tersebut yaitu Dila ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari, Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sanchia Hamidjaja, Sari Sartje, dan Ykha Amelz.

Masing-masing perupa bebas berkarya menggunakan empat media berbeda, antara lain totebag kanvas, kaos oblong, sarung bantal, dan jam dinding yang seluruhnya berwarna putih polos. Mereka juga diberikan kebebasan menggunakan teknik apapun sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya sablon, sulam, jahit, tempel, cetak, dan lain-lain.

Tema “begadang” dipilih karena dianggap akrab dengan kehidupan perupa sehari-harinya. Mereka kerap begadang karena dikejar deadline, mencari inspirasi, atau sekadar mencintai ketenangan yang ditawarkan oleh malam hari.

Keputusan untuk mengundang hanya perupa perempuan juga bukan tanpa sebab. Melihat laki-laki begadang itu sudah umum. “Profesi malam” seperti satpam, siskamling, dan penjaga villa, kerap dilakoni oleh para laki-laki. Karya-karya yang dipamerkan di Begadang Neng ini mencoba mengajak pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan malam hari. Semuanya, tentu saja, berasal dari sudut pandang perempuan.

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa @RuruShop| fp: Ruru Shop, ruangrupa | e: info@ruangrupa.org