exhibition

MARTELL Contemporary Art Exhibition

Martell

You are cordially invited to

MARTELL Contemporary Art Exhibition
In association with Edwin’s Gallery

MEDIUM OF LIVING
Art Exhibition

Featuring :

Awan P. Simatupang
Tromarama
Dolorosa Sinaga
Ichwan Noor
Jumaldi Alfi
Kandura Keramik
Leonardiansyah Allenda
Lie Fhung
Marishka Soekarna
Emte (Muhammad Taufiq)
Narpati Awangga a.k.a Oomleo
Reza ‘asung’ Afisina
Saleh Husein
Stephany Yaya Sungkharisma
Terra Bajraghosa
The Secret Agents (Indra Ameng & Keke Tumbuan)
Wisnu Auri
Ykha Amelz
Yuki Agriardi
Lala Bohang

Curated by Mia Maria
Co-curated by Riksa Afiaty

Host : Sabrina Joseph | Richard Muljadi

Venue : Edwin’s Gallery
Kemang Raya no.21, Kemang Jakarta 12730

11 March 2015
06.30 PM onward

Dress code : Fabulous Glam

A Short Story About Hair & Study on Woman | Artworks

10623989_10152814245332485_6233724166128948146_o

“A Short Story About Hair: Stigma & Tradition” (left) “A Short Story About Hair: Freedom & Femininity” (right) | Ink, watercolor, and charcoal on paper, 2014.

10623385_10152814245632485_7841126607586416946_o

1957905_10152814244732485_4202938320908803699_o

10648450_10152814245437485_4143625750173354116_o

1410701_10152814244432485_315208209935857013_o

“A Short Story About Hair: Domestic by Choice (?)” | Ink and watercolor on multidimension cut-out paper, 2014.

1781746_10152814245027485_3212315923315137072_o

1523353_10152814245342485_2002378777365296200_o

1402019_10152814244542485_6483438316141636356_o

“Study on Woman” series | Left to right: Dependency & Safety . Never Enough . Settlement Trap . Description on Parenthood . Sleeping With My Enemy | Ink, watercolor, and charcoal on paper, 2014.

1795457_10152814244982485_2109853408169657298_o     10712490_10152814244682485_3102532120804033135_o

Indonesian women in general haven’t realize the ownership of their body and thought. Most of them make the biggest decision in life such as marriage and pregnancy by the tradition and stigma that live in society. In the other hand, feminist movement in Indonesia are mostly extremely stubborn and superior. They often underestimate other women who don’t share similar principle as them. In my opinion feminism is women’s and men’s issue, it supposed to be a dialogue, tolerance, and flexibility.

REDRAW | Drawing Exhibition at Edwin’s Gallery

REDRAW Drawing Exhibition

Edwin’s Gallery requests the pleasure of your company at the vernissage of

REDRAW
Drawing Exhibition

Agus Suwage
Ayu Arista Murti
Emte (M. Taufik)
Hendra Priyadhani
Indra Widiyanto
Iwan Effendi
Lala Bohang
Nasirun
Restu Ratnaningtyas
S. Teddy D
Saleh Husein
Sanchia Hamidjaja
Sandy Yudha
Surya Wirawan
Theresia Agustina Sitompul
Tamara Ferioli (Italy)
Izumi Akiyama (Japan)
Lee Jinju (Korea)

Curator: Mia Maria

The exhibition is to be opened by:
Ibu Nani Purnomo

Hosted by
Olivia Putihrai and Rian Krisnadi

Opening
WEDNESDAY, 8 October 2014
at 19.30

The exhibition will be held until 24 October 2014
Monday – Saturday 09.00-18.00, Sunday 12.00-18.00

EDWIN’S GALLERY
Kemang Raya No.21, Jakarta Selatan, Indonesia

Your presence will be so much appreciated.

Gendis on Jakarta Globe

Jakarta Globe

Features: Lala Bohang Exhibition Showcases Her Inner Self [ link ]

Thankyou Katrin Figge for the article.

X

HALF ASLEEP series for “Begadang Neng?” at Ruang Rupa

Why stay in the real world while you can floating between the purple cloud and falling stars?

Half Asleep

“HALF ASLEEP, the closest phase to my favourite place on earth called unconsciousness.” Embroidery on fabric, 2013.Half Asleep“HALF ASLEEP, it’s a song by School of Seven Bells. Dare to stay?” Handmade clock with embroidery, 2013.  Half Asleep“HALF ASLEEP, where I totally alone with my happiness and tiredness, and yes, you’re not invited.” Embroidery on pillow, 2013.Half Asleep

Half Asleep

To preview all the festive photos from the opening of “BEGADANG NENG?” exhibition go through here and here. Also there’s a sweet preview from an art curator Jeong-ok Jeon here.

“BEGADANG NENG?” a group exhibition

Begadang Neng

rurushop mempersembahkan:

“Begadang Neng?”

Pameran proyek seni 15 perupa perempuan:

Dila Ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka
Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari , Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sari Sartje, Sanchia Hamidjaja, Tisa Granicia, Ykha Amelz.

Pembukaan:
Jumat, 25 Oktober 2013
19.00 wib – selesai
di RURU Gallery

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
MORFEM
HIGHTIME REBELLION

Audio Jockey:
MESEM MESEM SUKA (M.M.S: MELA, SARTJE, MAR GALO)
MC: Ale & Angganggok

Pameran:
25 – 27 Oktober
11.00 – 21.00 wib

Gratis!

_

Begadang Neng?

Oktober ini, RURUSHOP mengundang 15 perupa perempuan yang konsisten berkarya dengan fokus dibidangnya masing-masing dalam sebuah pameran proyek bertajuk Begadang Neng. Penyelenggaraan pameran yang merupakan bagian dari program Artwork Project ini spesial, sebab sekaligus untuk merayakan pembukaan toko RURUSHOP yang baru.

Kelima belas perupa tersebut yaitu Dila ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari, Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sanchia Hamidjaja, Sari Sartje, dan Ykha Amelz.

Masing-masing perupa bebas berkarya menggunakan empat media berbeda, antara lain totebag kanvas, kaos oblong, sarung bantal, dan jam dinding yang seluruhnya berwarna putih polos. Mereka juga diberikan kebebasan menggunakan teknik apapun sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya sablon, sulam, jahit, tempel, cetak, dan lain-lain.

Tema “begadang” dipilih karena dianggap akrab dengan kehidupan perupa sehari-harinya. Mereka kerap begadang karena dikejar deadline, mencari inspirasi, atau sekadar mencintai ketenangan yang ditawarkan oleh malam hari.

Keputusan untuk mengundang hanya perupa perempuan juga bukan tanpa sebab. Melihat laki-laki begadang itu sudah umum. “Profesi malam” seperti satpam, siskamling, dan penjaga villa, kerap dilakoni oleh para laki-laki. Karya-karya yang dipamerkan di Begadang Neng ini mencoba mengajak pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan malam hari. Semuanya, tentu saja, berasal dari sudut pandang perempuan.

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa @RuruShop| fp: Ruru Shop, ruangrupa | e: info@ruangrupa.org

the opening of “Gendis” at LIR Space

IMG_0496 copy

P1040277

20130907_205559

P1040365

P1040368

P1040372

P1040369

P1040373  P1040385P1040364P1040381

P1040386

IMG_0399

IMG_0421

IMG_0386

The exhibition is still ongoing (7 Sept to 21 Sept 2013 28 Sept 2013!) at Lir Space. Come!

Lir Space
Jl. Anggrek 1/33 Baciro
Yogyakarta

(Monday is Lir’s holiday)

You better read the fairy tale like curatorial note from Mira Asriningtyas before you visit Gendis and the story behind the exhibition here also by Mira 🙂

And this is my favourite part from the curatorial note:

This is a story about a girl who live in a little corner of the world at the end of the rainbow. The world is nothing but contrary. There is no such thing as seven colors and hundred hues. The color of the rainbow shines all the way through human’s world, across the human’s blue sky, and at the end of it– there is nothing but black and white.

_
All pictures are from Lir and personal documentation.

my first solo exhibition in Yogyakarta

GENDIS
Gendis
a Visual Exhibition
by
Lala Bohang
Curated by 
Mira Asriningtyas
Lir Space 
Jl.Anggrek 1/ 33 Baciro – Yogyakarta
7 September – 21 September 2013
Opening
 Sabtu, 7 September 2013, 4:00 – 7:00 pm
 
 *****
“Hati kecil mengajak hati besar untuk jujur. Otak kecil mengatur keseimbangan dari otak besar. Jiwa kecil mengingatkan jiwa besar agar tetap menjadi manusia.”
Lala Bohang selalu tertarik dan mencintai hal-hal kecil yang menurutnya terasa lebih menggelitik. “Mari menjadi kecil,” adalah filosofi hidup yang berusaha ia pegang dalam keseharian, bahwa manusia sebagai individu tidak lebih dari sebuah titik kecil dari semesta yang demikian besar. Titik kecil ini akan menjadi berarti jika dapat menyatu dengan titik-titik lainnya. Pameran yang bertajuk “Gendis” merupakan sebuah bentuk interpretasinya atas jiwa kecil yang ia percaya dimiliki oleh setiap manusia. Kecil dalam hal ini tentu jauh dari makna kerdil. Kecil dalam hal ini berarti naif, perlahan namun tidak lamban, memilih untuk bertutur dan bertindak atas kejujuran, dan mengejar bahagia dari hal-hal sederhana.
Jiwa kecil ada di setiap kita namun seringkali lupa dijenguk, karenanya untuk mempersiapkan pameran ini Lala sengaja menambah frekuensi menyendiri untuk mengajak jiwa kecilnya berbincang lebih banyak. Tanpa direncanakan, Gendis, karakter gadis kecil yang sering digambar oleh Lala sejak tahun 2009 hadir dan turut menemani dalam diam, menuturkan momen solitude dalam bahasa ruang dan scenery yang membentang tanpa akhir dan waktu.
———————
Alkisah seorang gadis kecil yang tinggal dalam sebuah tempat di ujung pelangi di mana waktu mengalir dengan tidak biasa. Dunianya diciptakan untuk berbagai pilihan yang membebaskan bagi siapapun yang ada di dalamnya. Rumah dan segala isinya memiliki kaki yang memungkinkan mereka berjalan ke manapun mereka mau. Keberadaan mereka di tempat tertentu adalah suatu keadaan sukarela—karena meja, kursi, dan rumah itu memang ingin berada di sana tanpa paksaan.
Lala Bohang adalah seorang pendongeng yang menggunakan gambar hitam putih untuk menceritakan kisah-kisah Gendis di dunianya yang ajaib. Pameran ini adalah sebuah bab pendek dari keseluruhan kisah Gendis—sebuah bagian yang menceritakan tentang kesendirian Gendis yang nyaman dan kehidupannya yang penuh keajaiban.
Mira Asriningtyas, Kurator
———————
Lir Space
lirspace@gmail.com
Lala Bohang
———————
Your presence to this event will brighten my day!