Kenapa “Gambar Lebih Lanjut”?

Melanjutkan itu jelas lebih sulit daripada memulai, hal yang secara personal sangat saya rasakan akhir-akhir ini. Memutuskan untuk memulai menggambar di tahun 2009 (menggambar sudah saya lakukan sejak balita; untuk bersenang-senang; rekreasi; membunuh bosan; merasa berguna) itu cenderung mudah walaupun memang harus ada eureka! moment sebelum akhirnya dengan sadar konsisten menggambar tanpa membebankan pretensi atau target apapun di dalamnya.

Sampai di hari ini, kesenangan menggambar itu tetap besar tapi banyak yang berubah, seiring dengan hal-hal yang terjadi pada hidup keseharian maupun yang berkaitan dengan gambar itu sendiri, pada kehidupan keseharian tentu saja tidak penting untuk dibagi, yang berkaitan dengan gambar misalnya: pekerjaan komersil, pameran, target, dsb. Hal-hal ini secara tidak sadar mempengaruhi cara saya melakukan aktivitas menggambar maupun sudut pandang melihat medium gambar itu sendiri, tentu ada baik dan buruknya.

Tahun ini adalah masa dimana saya mencoba mendefinisikan kembali arti gambar buat saya pribadi, membuatnya kembali natural dan menjadi bahasa untuk bersenang-senang. Di tengah proses tersebut saya menyadari satu hal, bahwa untuk membuatnya kembali natural saya harus ‘melanjutkan’ kegiatan gambar saya ke jalan selanjutnya, agar saya kembali berada di titik belajar dan mencoba-coba, melanjutkan selalu dekat dengan proses trial and error. Dalam kasus saya so far, lebih banyak error-nyaπŸ˜€

Saya jadi banyak melihat kepada mereka yang sudah ‘melanjutkan’ medium gambar ke tahap lain baik secara teknis ataupun makna. Saya beberapa kali mendiskusikan dengan beberapa teman mengenai hal ini dan kami tiba di concern yang sama bahwa begitu banyak peminat medium gambar namun begitu sedikit wawasan kemana medium ini bisa dibawa.

Didukung oleh Go Ahead People yang memiliki semangat yang sama dan telah mendukung ranah visual art lokal agar terus menggeliat, kami pun bekerja sama mewujudkan sebuah wadah bagi mereka yang di mata kami telah ‘melanjutkan’. Kami duduk bersama ditemani sekotak tahu isi, risoles, teh kotak, dan cabe rawit, berbincang-bincang tentang gambar dan melahirkan Gambar Lebih Lanjut bersama para pelakunya.

Cut & Rescue, seniman kolektif

local fest display banner 1 local fest display banner 2Satu kata untuk mereka: brengsek. Dalam arti yang baik, karya mereka membuatmu mempertanyakan lagi arti estetika yang sudah ada dan seketika menyadari bahwa karya itu tidak mesti selalu indah berdasarkan opini umum. Indah itu adalah mengocok perutmu dengan lelucon yang brengsek, imaji brengsek, namun dengan brengseknya tinggal dan menggetarkan pikiranmu. Di Gambar Lebih Lanjut mereka akan sharing teknik kolase dan sablon.

Dewi Kucu, paper artist

Cutteristic Kuda - Jaran Singasari Anton Ismael smallEfek yang timbul pada diri saya saat melihat karya Dewi Kucu adalah capek tapi kagum. Teknik paper cutting adalah salah satu teknik craft paling tua dari Cina. Tua tapi tidak pernah mati dimakan waktu. Di era serba instan sekarang ini selalu ada rasa respek dengan mereka yang memilih medium demanding dalam arti memerlukan waktu panjang dalam eksekusi dan kesabaran besar. Dewi akan membagikan teknik melakukan paper cutting di sesi lokakarya Gambar Lebih Lanjut, siap-siap pegal tapi happy!

Ario Anindito, komikus & creative director

Ariopg8 small redhood smallSaya menduga Ario Anindito dianugerahi kapasitas otak yang besar. Dia bisa mengeksekusi berbagai medium dengan baik dari ilustrasi, komik, concept art, creative director, dan art director. He’s a true reneissance man yang sekarang sudah jarang ditemukan. Sejak kami masih sama-sama mengenyam pendidikan Arsitektur di Universitas Parahyangan, Ario adalah seorang penggambar yang memang tergila-gila dengan mediumnya. Saya masih ingat sampai sekarang kalimat dari dia, “gue sering mulai menggambar di malam hari lalu tidak sadar sudah adzan subuh.”.

Mayumi Haryoto, ilustrator & pendiri FABULA

EfektifMemecahkanMasalah_Haryoto small Payung Teduh_Digipak_OK2Sebelum saya mulai menggambar Mayumi sudah lebih dahulu malang melintang di dunia ilustrasi. Waktu itu saya adalah salah satu dari banyak orang yang mengidolakan perempuan ini. Sebelum menjadi ilustrator ia sudah banyak menelan asam garam di dalam pekerjaan dunia kreatif. Kemudian fokus menjadi ilustrator komersil, lalu sempat berpetualang ke negara lain yang kemudian membuat dia menyadari, Indonesia harus memiliki market yang sehat dan platform ilustrator komersil yang dikelola baik oleh mereka yang paham. Kemudian ia mendirikan FABULA, yang menurut saya memang bukan yang pertama tapi agensi ilustrator lokal paling profesional saat ini.

MG Pringgotono, pendiri seniman kolektif SERRUM

movingpeople_MGpringgotono (3) movingpeople_MGpringgotono (4)“Yang namanya seniman harus bisa membiayai dirinya sendiri, hal ini gue sadari sekali. Makanya di SERRUM selain berkarya kita juga bekerja untuk hidup, tentu saja masih di lingkup yang kami sukai dan kuasai. Yang bikin sebuah organisasi atau idealisme bubar jalan kalau sisi itu tidak diperhatikan.”. Masuk akal, ketika kebutuhan dasar untuk hidup sudah terpenuhi maka seorang manusia merdeka untuk berkarya dan itulah yang dilakukan oleh SERRUM, yang saat ini memiliki 12 pengurus dan puluhan anggota. Mereka membuat sistem hidup komunal yang sesuai dengan ideologi mereka. Pameran tunggal pertama mereka bertajuk “kurikuLAB” fokus pada sistem edukasi di Indonesia, cukup progresif, pamerannya terdiri aktivitas diskusi dan pameran artefak diskusi tersebut.

Firman Widyasmara, animator dan pendiri Studio Lanting

BALLOONS sm PRET smallMenjadi ilustrator kemudian banting setir menjadi animator. Saat Firman memulai fokus pada medium animasi, jalan tersebut bukanlah jalan yang ramai dipilih orang sebagai pekerjaan utama. Namun kecuekan Firman sudah membuahkan hasil, banyak penghargaan dalam maupun luar negeri yang sudah ia raih, terakhir adalah menjadi film animasi terbaik di Akademi Film Indonesia 2014 untuk karyanya berjudul “PRET”. Kamu mesti datang ke diskusi terbuka untuk menyaksikan karya ini, yang memang sungguh pret!

Kalau memang kamu mengaku suka menggambar dan senang mengapresiasi gambar rugi adanya bila kamu tidak menyempatkan diri datang ke acara ini. Kelas lokakarya sudah penuh, tapi kamu bisa datang ke diskusi terbuka. Buat hari Sabtumu berkesan, angkat pantatmu dari kasur dan sofa, jauhkan mata dari layar digital, karena hidup komunal dan senang berbagi adalah sebuah pintu ajaib ke mana saja. Sampai jumpa tanggal 13 Desember!

GLL e-flier_r1_1PETA LOKASI
Note #1: Kursi untuk diskusi terbuka hanya ada +80 kursi, segera reservasi tempatmu!

Note #2: Coffee break disediakan oleh panitia disiapkan oleh Rock N’ Roll F&B by my favourite photographer/chef Anton Ismael.

LINK: gambarlebihlanjut.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s