Ribka & Zona

Ribka

Tanpa sengaja Ribka bertemu dengan bapak beruang bermata satu di toko kelontong milik tantenya. Ribka menjerit perlahan saat melihat wajah seram bapak beruang yang cuma memiliki satu mata. Tapi menurut tante Ribka, bapak beruang itu adalah beruang dengan mata hati paling besar dibandingkan beruang lainnya, selalu siap membantu beruang lain menjahit tangan atau kaki yang lepas karena usia. Mata sebelahnya pun hilang karena ada beruang yang kehilangan kedua matanya karena dicabik habis oleh kucing garong milik tante. Ribka pun memutuskan membawa bapak beruang pulang untuk menemaninya tidur di atas ranjang merah muda.

“Kamu mau tambahan mata atau bibir?”

Ribka mengucek-ngucek matanya. Bapak beruang duduk di atas perutnya sambil menyodorkan lolipop warna oranye.

“Aku ingin tambahan bibir biar bisa makan lolipop dan coklat bersamaan.”

Tring!

Bapak beruang pun menyodorkan coklat.

“Huek!” Ribka memuntahkan coklat dan lolipop. Ternyata kesenangan yang digabung menjadi satu tidak selalu menyenangkan.

Ribka pun memutuskan bertanya agar tidak lebih tersesat di jalan.

“Bibir dan mata bedanya apa?”

“Kalau bibir kamu bisa berpendapat lebih banyak, berteriak lantang sekaligus berbisik mencibir, kamu juga bisa menggandeng dua orang berbeda sekaligus karena bisa mengeluarkan pendapat yang kontradiktif dalam waktu bersamaan.”

“Kalau mata, kamu bisa melihat lebih banyak, merekam daun yang jatuh dari pohonnya dengan lebih cermat, bisa melihat guru yang sedang menerangkan sekaligus membaca buku tentang pelangi kesukaanmu, juga bisa makan dengan tenang sambil tetap mengamati Rio kucing ibu kamu mencuri ikan asin di dapur.”

Kalau kamu pilih apa?

_

Zona

Sepertinya cerita Zona belum dipublikasikan, kalau mau terus menyaksikan kelahiran mereka satu persatu silahkan intip di sini yaπŸ™‚

Selamat hari Rabu menjelang Kamis!

4 comments

  1. Bener banget bahwa “Ternyata kesenangan yang digabung menjadi satu tidak selalu menyenangkan.” Semua ada batasnya masing-masing om..

  2. Idenya asik banget, La, sukaaaa … tapi kalo boleh milih, aku nggak kepengen tambahan mulut ato mata, kalo kebanyakan pasti bingung me-manage-nya =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s