about a girl named Shadow

A GIRL NAMED SHADOW 2 small

There’s a little girl named Shadow
She always see but can’t be seen
She hide behind the light and under the sky
She listen to your soft whisper at night
She saw your deepest secret closely
She keep your untold dreams in her arms
But she keep on silent, just standing or sitting in a corner

A GIRL NAMED SHADOW 1

Mermaid is a dream keeper especially the scary one
Shadow met her once and kiss her forehead without her knowing
Hopefully she will keep all the scary dream forever
Deep … deep under the darkest sea beside a breathing coral
But she knew it’s just a hopeless hope
Shadow, to always see but not to be seen …

HALF ASLEEP series for “Begadang Neng?” at Ruang Rupa

Why stay in the real world while you can floating between the purple cloud and falling stars?

Half Asleep

“HALF ASLEEP, the closest phase to my favourite place on earth called unconsciousness.” Embroidery on fabric, 2013.Half Asleep“HALF ASLEEP, it’s a song by School of Seven Bells. Dare to stay?” Handmade clock with embroidery, 2013.  Half Asleep“HALF ASLEEP, where I totally alone with my happiness and tiredness, and yes, you’re not invited.” Embroidery on pillow, 2013.Half Asleep

Half Asleep

To preview all the festive photos from the opening of “BEGADANG NENG?” exhibition go through here and here. Also there’s a sweet preview from an art curator Jeong-ok Jeon here.

“BEGADANG NENG?” a group exhibition

Begadang Neng

rurushop mempersembahkan:

“Begadang Neng?”

Pameran proyek seni 15 perupa perempuan:

Dila Ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka
Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari , Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sari Sartje, Sanchia Hamidjaja, Tisa Granicia, Ykha Amelz.

Pembukaan:
Jumat, 25 Oktober 2013
19.00 wib – selesai
di RURU Gallery

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
MORFEM
HIGHTIME REBELLION

Audio Jockey:
MESEM MESEM SUKA (M.M.S: MELA, SARTJE, MAR GALO)
MC: Ale & Angganggok

Pameran:
25 – 27 Oktober
11.00 – 21.00 wib

Gratis!

_

Begadang Neng?

Oktober ini, RURUSHOP mengundang 15 perupa perempuan yang konsisten berkarya dengan fokus dibidangnya masing-masing dalam sebuah pameran proyek bertajuk Begadang Neng. Penyelenggaraan pameran yang merupakan bagian dari program Artwork Project ini spesial, sebab sekaligus untuk merayakan pembukaan toko RURUSHOP yang baru.

Kelima belas perupa tersebut yaitu Dila ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari, Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sanchia Hamidjaja, Sari Sartje, dan Ykha Amelz.

Masing-masing perupa bebas berkarya menggunakan empat media berbeda, antara lain totebag kanvas, kaos oblong, sarung bantal, dan jam dinding yang seluruhnya berwarna putih polos. Mereka juga diberikan kebebasan menggunakan teknik apapun sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya sablon, sulam, jahit, tempel, cetak, dan lain-lain.

Tema “begadang” dipilih karena dianggap akrab dengan kehidupan perupa sehari-harinya. Mereka kerap begadang karena dikejar deadline, mencari inspirasi, atau sekadar mencintai ketenangan yang ditawarkan oleh malam hari.

Keputusan untuk mengundang hanya perupa perempuan juga bukan tanpa sebab. Melihat laki-laki begadang itu sudah umum. “Profesi malam” seperti satpam, siskamling, dan penjaga villa, kerap dilakoni oleh para laki-laki. Karya-karya yang dipamerkan di Begadang Neng ini mencoba mengajak pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan malam hari. Semuanya, tentu saja, berasal dari sudut pandang perempuan.

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa @RuruShop| fp: Ruru Shop, ruangrupa | e: info@ruangrupa.org

Adik Karet

1 2 3 5 6

Proyek kolaborasi kedua bersama Sundea untuk majalah Cobra, kali ini ceritanya mengenai Adik Karet yang lengket ke sana dan ke sini dan temannya lampu natal tak bernama yang sudah rusak dan tidak bisa menyala lagi. Kamu dan kamu yang butuh senyum simpul, ayo baca cerita lengkapnya di sini.

Kalau kata Adik Karet:

Tanpa “u” kata “terbuang” berubah menjadi “terbang”.

Terbuang itu cuma ilusi karena sebenarnya kamu sedang terbang, tinggi, tinggi ke atas menjemput pelangi dan menyapa awan. Begitu kira-kira. Untuk cerita selanjutnya akan segera hadir di ular terdekat!