“BEGADANG NENG?” a group exhibition

Begadang Neng

rurushop mempersembahkan:

“Begadang Neng?”

Pameran proyek seni 15 perupa perempuan:

Dila Ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka
Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari , Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sari Sartje, Sanchia Hamidjaja, Tisa Granicia, Ykha Amelz.

Pembukaan:
Jumat, 25 Oktober 2013
19.00 wib – selesai
di RURU Gallery

Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

Dimeriahkan oleh:
MORFEM
HIGHTIME REBELLION

Audio Jockey:
MESEM MESEM SUKA (M.M.S: MELA, SARTJE, MAR GALO)
MC: Ale & Angganggok

Pameran:
25 – 27 Oktober
11.00 – 21.00 wib

Gratis!

_

Begadang Neng?

Oktober ini, RURUSHOP mengundang 15 perupa perempuan yang konsisten berkarya dengan fokus dibidangnya masing-masing dalam sebuah pameran proyek bertajuk Begadang Neng. Penyelenggaraan pameran yang merupakan bagian dari program Artwork Project ini spesial, sebab sekaligus untuk merayakan pembukaan toko RURUSHOP yang baru.

Kelima belas perupa tersebut yaitu Dila ayu, Ika Vantiani, Keke Tumbuan, Lala Bohang, Marishka Soekarna, Marina Tasha, Monica Hapsari, Nastasha Abigail, Natasha Gabriella Tontey, Neng Iren, Nuri Fatima, Sanchia Hamidjaja, Sari Sartje, dan Ykha Amelz.

Masing-masing perupa bebas berkarya menggunakan empat media berbeda, antara lain totebag kanvas, kaos oblong, sarung bantal, dan jam dinding yang seluruhnya berwarna putih polos. Mereka juga diberikan kebebasan menggunakan teknik apapun sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya sablon, sulam, jahit, tempel, cetak, dan lain-lain.

Tema “begadang” dipilih karena dianggap akrab dengan kehidupan perupa sehari-harinya. Mereka kerap begadang karena dikejar deadline, mencari inspirasi, atau sekadar mencintai ketenangan yang ditawarkan oleh malam hari.

Keputusan untuk mengundang hanya perupa perempuan juga bukan tanpa sebab. Melihat laki-laki begadang itu sudah umum. “Profesi malam” seperti satpam, siskamling, dan penjaga villa, kerap dilakoni oleh para laki-laki. Karya-karya yang dipamerkan di Begadang Neng ini mencoba mengajak pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan malam hari. Semuanya, tentu saja, berasal dari sudut pandang perempuan.

w: ruangrupa.org | t: @ruangrupa @RuruShop| fp: Ruru Shop, ruangrupa | e: info@ruangrupa.org

my first solo exhibition in Yogyakarta

GENDIS
Gendis
a Visual Exhibition
by
Lala Bohang
Curated by 
Mira Asriningtyas
Lir Space 
Jl.Anggrek 1/ 33 Baciro – Yogyakarta
7 September – 21 September 2013
Opening
 Sabtu, 7 September 2013, 4:00 – 7:00 pm
 
 *****
“Hati kecil mengajak hati besar untuk jujur. Otak kecil mengatur keseimbangan dari otak besar. Jiwa kecil mengingatkan jiwa besar agar tetap menjadi manusia.”
Lala Bohang selalu tertarik dan mencintai hal-hal kecil yang menurutnya terasa lebih menggelitik. “Mari menjadi kecil,” adalah filosofi hidup yang berusaha ia pegang dalam keseharian, bahwa manusia sebagai individu tidak lebih dari sebuah titik kecil dari semesta yang demikian besar. Titik kecil ini akan menjadi berarti jika dapat menyatu dengan titik-titik lainnya. Pameran yang bertajuk “Gendis” merupakan sebuah bentuk interpretasinya atas jiwa kecil yang ia percaya dimiliki oleh setiap manusia. Kecil dalam hal ini tentu jauh dari makna kerdil. Kecil dalam hal ini berarti naif, perlahan namun tidak lamban, memilih untuk bertutur dan bertindak atas kejujuran, dan mengejar bahagia dari hal-hal sederhana.
Jiwa kecil ada di setiap kita namun seringkali lupa dijenguk, karenanya untuk mempersiapkan pameran ini Lala sengaja menambah frekuensi menyendiri untuk mengajak jiwa kecilnya berbincang lebih banyak. Tanpa direncanakan, Gendis, karakter gadis kecil yang sering digambar oleh Lala sejak tahun 2009 hadir dan turut menemani dalam diam, menuturkan momen solitude dalam bahasa ruang dan scenery yang membentang tanpa akhir dan waktu.
———————
Alkisah seorang gadis kecil yang tinggal dalam sebuah tempat di ujung pelangi di mana waktu mengalir dengan tidak biasa. Dunianya diciptakan untuk berbagai pilihan yang membebaskan bagi siapapun yang ada di dalamnya. Rumah dan segala isinya memiliki kaki yang memungkinkan mereka berjalan ke manapun mereka mau. Keberadaan mereka di tempat tertentu adalah suatu keadaan sukarela—karena meja, kursi, dan rumah itu memang ingin berada di sana tanpa paksaan.
Lala Bohang adalah seorang pendongeng yang menggunakan gambar hitam putih untuk menceritakan kisah-kisah Gendis di dunianya yang ajaib. Pameran ini adalah sebuah bab pendek dari keseluruhan kisah Gendis—sebuah bagian yang menceritakan tentang kesendirian Gendis yang nyaman dan kehidupannya yang penuh keajaiban.
Mira Asriningtyas, Kurator
———————
Lir Space
lirspace@gmail.com
Lala Bohang
———————
Your presence to this event will brighten my day!
Image

Gadis Kepala Kardus

Kolaborasi cerita dan ilustrasi dari saya dan Sundea berjudul “Gadis Kepala Kardus” untuk Majalah Cobra yang bisa kamu intip di sini. Berkisah tentang gadis bernama Gek dan sahabatnya si Asap Knalpot.

Seperti biasa kami tidak melewati banyak rencana mendetail, sesederhana mendapatkan ide, mengobrol santai, dan langsung melakukan. Dan hasilnya saya suka sekali, rasanya saya dan Dea memang sudah saling “mengerti” apa yang ingin dicapai. Tidak pernah ada rasa khawatir atau penasaran akan seperti apa hasil akhirnya kalau bekerja dengan Dea. Yang mana sangat menyenangkan :)

Salah satu kalimat yang paling saya suka dari cerita ini,

Hidup justru bisa ditemukan di luar sekardus konvensi dan pertimbangan.

I always love your mind, Dea.

sketsa dari perjalanan #GSEscape bersama @greensandsid

GSEscape GSEscape (1) GSEscape (2) GSEscape (5) GSEscape (7) GSEscape (8) GSEscape (9) GSEscape (10) GSEscape (11)

Beberapa potongan sketsa dari perjalanan “Escape” selama 5 hari penuh kesan dan senyum bersama Green Sands. Cerita versi panjang lebar mengenai perjalanan yang berhasil membuka syarat-syaraf tersumbat di kepala saya (jika kamu punya waktu sekitar 5-7 menit untuk membaca dan seharusnya punya) bisa diintip di sini :)

Perjalanan kami (saya, Poppie, dan Sakti) juga berhasil diabadikan dalam bentuk gambar-gambar bergerak dalam warna kece (baca: video) di bawah ini. Silahkan ditonton untuk meresapi biru langit yang bening dan gumpalan awan sehat yang masih memadati langit-langit lain di luar kota-kota padat bangunan dan ambisi yang mungkin sedang kamu huni sekarang. Kalau saya, masih menjadi penghuni kota yang beratapkan warna abu-abu. Tapi tidak apa-apa, tetap disyukuri setiap detiknya.

Sekarang Escape 2 sedang berlangsung, 3 pemenang yang beruntung sedang “Escape” sejenak ke Taman Nasional Berbak, Jambi, untuk keluar dari hiruk pikuk kota-kota besar untuk masuk ke dalam hutan dan mengunjungi konservasi harimau di sana. Bagi yang belum tahu mengenai program menyenangkan ini jangan khawatir karena akan ada Escape 3! yang destinasinya masih dirahasiakan.

Akhir kata, jangan lupa follow Twitter Green Sands agar tidak ketinggalan infonya!

XOXO,

A happy escapist

Image

bagi-bagi gambar buat KAMU

Beberapa hari lalu gara-gara lihat posting-an lama saya memutuskan untuk membayar “utang” di sini dengan menyelesaikan gambar-gambar yang sudah saya mulai sejak Juli 2012. Astaga.

kenapa bagi-bagi gambar

Bagi-bagi gambar saya lakukan untuk belajar kembali “melepaskan” hal yang dimiliki atau disukai. Beberapa tahun terakhir ditelan rutinitas pekerjaan saya merasa semakin jarang berbagi, gambar suka-suka, dan sering asyik sendirian di dunia saya. Membagikan hal-hal yang tidak terpakai itu biasa, namun memberikan hal yang kamu sukai akan terasa lebih menyenangkan. Dalam hal ini kenapa karya personal yang saya lepaskan? Karena bagi saya karya sekecil apapun itu adalah potongan diri yang dibuat sepenuh hati. Secara tidak langsung saya merasa bersentuhan dengan orang lain melalui karya.

Untuk mendapatkan salah satu gambar di bawah gampang sekali:

  1. Gambar dan tulislah sebuah kalimat tentang Gendis. Kalau belum kenal boleh kenalan dulu.
  2. Kirim gambar dan tulisan ke lalabohang@gmail.com dengan Subject: bagibagigambar paling lambat 1 Juli 2013.
  3. Sertakan Nama, link blog (kalau ada), dan nama akun Twitter serta Instagram kamu.
  4. Like Page saya di sini dan pengumuman akan dilakukan di Page tersebut pada tanggal 5 Juli 2013.
  5. Gambar dan tulisan tidak perlu bagus atau proporsional yang penting jujur dan dibuat dengan hati senang :)

Mereka yang senang karena akan dibagi-bagikan:

“Bangun Pagi” – Cat air di atas kertas, 21×21 cm
“Malam dan Saya” – Cat air di atas kertas, 21×21 cm
“Namamu Siapa” – Cat air di atas kertas, 21×21 cm
“Teman Teman Sayang” – Cat air di atas kertas, 21×21 cm
“Tutup Toko Lalu Pulang” – Cat air di atas kertas, 21×21 cm

Sungguh tak sabar melihat Gendis versimu!

Image

Heavy

It’s always easier to become a difficult person rather than a simple minded.

Nowadays simplicity being the one of the hardest thing to be done. We love being difficult, we love being crazy, we love being complicated. These thing become a huge trend for the whole generation. While simplicity in my humble opinion is an honest act. Honesty will always lead you to enlightment, not easy at first to say what you want and do only what you care about, but it’s worth a try. Difficulties is an absolut but being heavy is an option.

_

Get this limited designer’s series at Verre Compparel at Brightspot Market on 14-17 Feb 2013.

For more information visit this page.